Yang Mesti Kita Tahu Ketika Main di Pantai (Tips Aman bermain di pantai)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Ibu JeannyM-Kuta.Net, Pantai adalah primadona wisata di Bali, ini dapat kita lihat saat ribuan wisatawan mancanegara maupun domestik menjejali pantai-pantai di Bali seperti Kuta, Nusadua, Sanur, Tanahlot dan masih banyak lagi destinasi wisata pantai di Bali.

Pantai terlihat sangat mengasyikkan dan menyenangkan, banyak orang tertarik bermain di pantai, tak jarang beberapa wisatawan merasa damai saat berada dipantai, mendengar deburan ombak, merasakan desiran angin pantai, dan melihat betapa indahnya nuansa sekeliling lautan dengan kombinasi warna biru yang “kalem”.

Beragam tingkah polah para pengunjung dapat kita temukan disini, ada yang sekadar menikmati keindahan alam dari bibir pantai, berjalan-jalan, berlari, menikmati makanan, berbaring atau sekadar duduk-duduk diatas pasir dan tak sedikit pula yang menjajal air laut beserta ombaknya, mulai dari kegiatan surfing, mandi dilaut, sampai dengan kegiatan watersport (snorkeling, scuba diving, jetski, parasailing, seawalker, banana boat dll). Semua terasa menyenangkan dan aman-aman saja, mungkin sebagian wisatawan berpikir “toh sudah ada banyak orang sehingga tidak perlu khawatir untuk bermain di pantai”.

Masalah keamanan menjadi hal yang utama, kemanapun kita pergi, bahkan ketempat yang paling aman sekalipun kita harus tetap waspada dan memahami apa saja yang harus diperhatikan, nah khusus untuk daerah pantai ada beberapa hal yang mesti kita ketahui dan perlu diwaspadai, berikut kami rangkumkan beberapa hal tersebut:

  • Arus Balik 

    Arus balik (rip current) adalah gelombang yang bergerak dari dalam laut ke pantai kemudian bergerak balik ke laut. Biasanya arus ini yang menarik perenang ke dalam air. Arus tersebut adalah bahaya utama bagi para pelancong di pantai.

    Tips: Jika Anda terjebak di dalam arus balik, cara terbaik untuk selamat adalah dengan berenang mengikuti arus, bukan melawan arus. Lalu berenang sejajar dengan garis pantai sampai akhirnya di ujung arus. Kebanyakan korban dari arus balik meninggal karena kelelahan, bukan tenggelam, sebab mereka berusaha untuk berenang melawan arus dan akhirnya kalah.
  • Lubang di Pasir Anda mungkin ingin berpikir dua kali sebelum menggali lubang di pasir pantai. Jumlah kematian atau luka-luka yang disebabkan oleh jatuh karena lubang pasir lebih banyak daripada serangan hiu. Seperti terjadi pada seorang lelaki berusia 26 tahun meninggal setelah terowongan pasir yang dia gali akhirnya runtuh.Baru-baru ini, bocah berusia 12 tahun meninggal setelah terjebak di dalam terowongan pasir. Lubang besar yang digali di pasir akan runtuh kecuali ditopang dan dapat melukai Anda atau orang lain di pantai.
    Tips : Jangan menggali lubang lebih dalam dari lutut Anda dan tutup lubang-lubang yang Anda lihat di pantai.
  • Terbakar Matahari
    Tidak menyenangkan merasakan terbakar matahari hingga seakana-akan menjadi lobster rebus setelah melewatkan hari di pantai. Jangan dianggap sepele, sebab luka bakar bisa berbahaya bahkan mematikan.Gejala gangguan panas termasuk terbakar matahari adalah kram karena panas, kelelahan, dan stroke karena panas yang dapat mengakibatkan kematian. Luka bakar karena matahari bisa memakan waktu hingga 24 jam untuk menunjukkan kerusakan penuh. Jika luka bakarnya serius, disertai sakit kepala, menggigil atau demam, segera cari pertolongan medis.

    Tips : Gunakan krim Sun-Block saat bermain di pantai
  • Bakteri E-Coli
    Sedikitnya sembilan orang meninggal di Florida, Amerika Serikat di tahun 2014 karena bakteri pemakan daging yang hidup di air laut yang hangat bernama Vibrio vulnificus. Tetapi jenis E. Coli lebih umum ditemukan di pantai dan danau dan merupakan indikator kontaminasi kotoran di dalam air.Gejalanya termasuk muntah, diare berdarah, sakit perut yang parah, dan demam ringan.

    Tips: Untuk mencegah kena penyakit, cari tahu kualitas air setempat. Jangan lupa untuk sering mencuci tangan di pantai dan usahakan untuk tidak meminum air laut saat berenang.
  • Ubur-ubur
    Dari 2.000 spesies ubur-ubur, hanya 70 yang serius membahayakan atau terkadang membunuh orang. Ubur-ubur kotak adalah kelas yang paling berbahaya karena memiliki tentakel yang berisi jarum dan racun yang mematikan.Tetapi sengatan dari ubur-ubur yang paling umum menghasilkan rasa sakit, gatal, dan ruam merah yang berlangsung selama beberapa hari.

    Tips : Gunakan alas kaki yang dapat melindungi diri dari ubur-ubur. Jika tersengat ubur-ubur, cara terbaik untuk menentukan bagaimana luka sengat seharusnya diobati adalah dengan proses identifikasi spesies oleh ahli kesehatan.

Yang Mesti Kita Tahu Ketika Main di Pantai (Tips Aman bermain di pantai)
Rate this post