Tips Scuba Diving : Agar Menyelam Lebih Lama di Dalam Air

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Scuba DivingScuba diving adalah kegiatan menyelam dengan menggunakan alat pernapasan dengan tujuan untuk dapat menyelam lebih lama di dalam air. Kata SCUBA merupakan singkatan dari “Self Contained Underwater Breathing Aparatus. Adapun perlengkapan alat bantu napas Scuba diving antara lain baju selam, sepatu katak, masker kacamata, jaket penyangga oksigen, tabung oksigen, regulator, dan pemberat badan. Peralatan-peralatan menyelam ini memiliki ukuran yang bervariasi, sehingga anda dapat menyesuaikan peralatan yang pas dan nyaman sesuai dengan ukuran tubuh anda.

Untuk dapat melakukan penyelaman dengan lama dan baik tanpa khawatir kehabisan oksigen dengan cepat maka anda mesti mengetahui cara-cara dan tips agar dapat menghemat udara saat melakukan penyelaman.

Berikut ini beberapa tips scuba diving agar  menghemat udara saat anda menyelam.

Menjaga kehangatan tubuh.
Ketika tubuh berada di air maka tubuh akan kehilangan panas karena terjadi perpindahan kalori antara tubuh dan air, hal ini akan meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lebih banyak oksigen (reaksi tubuh untuk tetap menjaga suhu normal) sehingga kita wajib memakai pakaian pelindung (wetsuit, skinsuit, dry suit). Cobalah wetsuit dengan ketebalan yang berbeda untuk menemukan wetsuit yang pas dengan kita

Bergerak Perlahan.
Sama halnya dengan point pertama diatas, bergerak dengan cepat dan tersentak-sentak membuat badan lebih banyak membutuhkan tenaga (kalori) sehingga tubuh mengirimkan request kepada otak untuk mendapatkan oksigen yang lebih banyak guna mendaptkan tenaga yang mencukupi (metabolisme).

Jangan gunakan tangan.
Bayangkan Anda seorang Tyrannosaurus rex, dengan kaki besar dan lengan kecil kecil. Menggunakan tangan utnuk bergerak akan memelukan lebih banyak energi (dan juga udara), dengan dengan dampak yang sedikit atau tidak sama sekali.

Trim Up!
Distribusi pemberat yang tidak baik, akan menciptakan drag / hambatan  dan menggunakan lebih banyak udara. Cobalah berbagai komposisi distribusi pemberat untuk mendapatkan posisi yang pas untuk badan badan.

Gunakan waktu sebagai panduan.
Tarik napas selama lima – tujuh detik, dan menghembuskan napas selama enam – delapan detik. Jika kita bisa melalukannya dengan lebih lambat secara alamiah, kita tidak perlu lagi untuk menghitungnya.

Membalikkan Jeda.
Berhenti di puncak siklus inhalasi kita – bukan di bagian bawah, seperti yang kita lakukan di darat – memungkinkan tubuh kita untuk mengekstrak sedikit lebih banyak oksigen dari udara di paru-paru kita. Praktek di kolam renang.

Batasi Aliran.
Tahan lidah Anda terhadap langit-langit mulut Anda dan bernapas di sekitar sisi lidah Anda. Ini pembatasan artifisial diciptakan akan memaksa Anda untuk bernapas lebih lambat.

Perbanyak Praktek.
Seperti kegiatan apapun, perbaikan kinerja dapat dilakukan dengan praktek, praktek dan praktek. Practice makes perfect.

Tips Scuba Diving : Agar Menyelam Lebih Lama di Dalam Air
Rate this post