Gunakan KPR Rumah untuk Memiliki Hunian Idaman

Harga properti cenderung stabil atau naik. Sangat jarang nilainya mengalami penurunan karena properti merupakan kebutuhan primer bagi setiap orang. Rumah adalah aset yang paling utama karena berfungsi untuk tempat tinggal bagi diri sendiri dan anggota keluarga. Karena nilainya yang tinggi, maka memiliki tempat tinggal memang bukan hal yang mudah. Namun ada program bantuan dari bank dan pemerintah untuk mewujudkan pembelian rumah, yaitu KPR Rumah

KPR adalah singkatan dalam istilah perbankan. Kepanjangan KPR adalah Kredit Pemilikan Rumah. Artinya KPR adalah pinjaman bagi siapa saja yang ingin memiliki rumah tapi belum punya cukup uang untuk membayarnya secara tunai. Pada umumnya KPR ditawarkan oleh pihak bank atau lembaga keuangan non bank untuk pembelian rumah, di mana nasabah kemudian mencicil biaya serta bunganya setiap bulan dalam jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya oleh pihak debitur dan kreditur dengan KUR super mikro

Persyaratan untuk Mendapatkan KPR Rumah

Dengan adanya kredit kepemilikan rumah tentu menjadikan membeli hunian yang rasanya sangat sulit jadi jauh lebih mudah. Sebagai peminjam, kita tidak perlu memiliki uang tunai tapi sudah bisa memiliki dan menempati rumah impian. Lalu apa syarat lain yang harus dipenuhi? Setiap bank atau lembaga yang meminjamkan dana KPR bisa memiliki syarat yang berbeda-beda. Namun pada dasarnya calon nasabah harus menyiapkan down payment atau yang biasa disingkat dengan DP, artinya adalah uang muka. 

DP adalah syarat mutlak yang harus ada dalam pengajuan kredit rumah. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah saat mengambil KPR di usia 20 tahunan, ini sebenarnya bisa cukup meringankan karena nasabah bisa membayar cicilan rumah selama 25 tahun hingga 30 tahun. Sementara perhitungan KPR jika diambil di usia 30 tahunan, maka jangka waktu membayar cicilannya antara 10 sampai 15 tahun. Untuk detail hitungan KPR tentunya harus dikonsultasikan langsung dengan pihak bank atau yang membiayai KPR. 

KPR Rumah Subsidi dan Non Subsidi

Jenis KPR rumah beragam sehingga nasabah bisa memilih yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ada rumah KPR subsidi yaitu kredit rumah yang mendapatkan bantuan atau kemudahan dari pemerintah. Kemudahan yang dimaksud berupa dana murah dalam waktu panjang dan subsidi yang diberikan oleh bank pelaksana. Bank yang memberikan KPR bersubsidi bisa merupakan bank konvensional maupun bank syariah. Tentunya tidak semua orang bisa mengajukan program KPR bersubsidi. 

KPR subsidi khusus ditujukan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan rendah. Jika mengajukan KPR bersubsidi, maka nasabah akan mendapat pengurangan suku bunga kredit atau pengurangan total uang muka. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mengajukan KPR bersubsidi adalah pemohon memiliki penghasilan bulanan di bawah Rp 7 juta (atau tergantung kebijakan tiap bank). Uang muka yang harus dibayar pada umumnya sekitar 1% dari harga rumah. Suku bunga yang harus dibayar untuk rumah KPR bersubsidi adalah 5%. 

Peraturan ini berlaku untuk rumah KPR Jakarta yang bersubsidi maupun di kota lainnya di Indonesia. Sementara jenis KPR yang kedua adalah KPR non subsidi. Kebalikan dari KPR bersubsidi, KPR non subsidi tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Jenis KPR ini merupakan produk dari tiap bank yang persyaratannya tergantung dari kebijakan masing-masing bank, tapi tetap tidak akan menyimpang dari undang-undang yang telah diatur pemerintah. Jenis KPR yang ketiga adalah KPR Syariah yang merupakan produk dari bank syariah. Secara umum, KPR syariah hampir sama dengan KPR non subsidi karena tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Hanya saja KPR syariah menggunakan prinsip ajaran agama Islam. Bank syariah tidak menggunakan bunga, melainkan sistem bagi hasil atau nisbah. 

KPR Rumah Take Over

Take over KPR adalah salah satu jenis kredit lainnya yang bisa diajukan di tahun 2021. Biasa disebut dengan over kredit rumah, ini adalah pembiayaan rumah yang sebelumnya telah diajukan ke sebuah bank lalu dipindahkan kreditnya ke bank lain. Biasanya ini dilakukan bila nasabah merasa program KPR rumah dari bank lain lebih bermanfaat bagi dirinya.